Posts Tagged ‘Pendidikan’

Seminar Nasional “ Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Media Pembelajaran “ di RM Dwi Paksi Ngawi

Sunday, March 29th, 2009

Hari ini ikut seminar di RM Dwi Paksi Ngawi yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Ngawi dan Komunitas Mahasiswa D3 TKJ (Poltek Madiun. Acara ini dimulai sekitar pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 13.00 dengan pembicaranya adalah dari SEAMOLEC , Klub Guru dan juga dari Telkom Madiun.

Pemanfaatan teknologi informasi sendiri di wilayah ngawi memang bisa dikatakan masih minim, apalagi didaerah-daerah terpencil. Masih banyak guru yang belum melek internet . Padahal lewat internet mereka bisa memperoleh informasi yang sangat berguna, disamping itu juga mereka juga bisa mendapatkan materi yang di siapkan oleh departemen pendidikan lewat BSE (Buku Sekolah Elektronik). (more…)

Cerita siswa terlambat itu…

Friday, February 27th, 2009

Mengatasi siswa yang terlambat masuk sekolah sudah bukan menjadi masalah yang baru lagi di lingkungan sekolah. Dan hal itupun mungkin ta akan bisa diatasi dengan yang namanya aturan-aturan sekolah yang dibuat. Seketat apapun peraturan itu ga akan bisa menghapus yang namanya masalah keterlambatan siswa. Karena memang jenis dari keterlambatan itu sendiri bermacam-macam, ada yang disengaja, ada yang tidak disengaja, masalah kendaraan, membantu orang tua dulu dan setumpuk alasan yang keluar dari mulut para siswa ketika dia ditanya kenapa dia terlambat masuk kelas. (more…)

Antara Disiplin, keras dan Galak

Saturday, December 6th, 2008

aPenerapan disiplin di sekolah menjadi satu hal yang perlu dipahami dalam pelaksanaanya. Karena antara keras, galak dan disiplin itu beda tipis dalam sikap dan perbuatannya. Tujuan dari disiplin itu sendiri yaitu biar siswa menjadi siswa yang mematuhi peraturan di sekolah. Tapi sudah benarkah cara-cara yang dipakai demi mewujudkan siswa yang disiplin, siswa yang mematuhi semua peraturan disekolah ??! (more…)

E-Learning untuk Sekolah

Sunday, November 16th, 2008

Untuk mengoptimalkan lagi pendidikan maka diperlukan ide agar pendidikan (pembelajaran) bisa berjalan terus meski siswa tidak berada di sekolah karena hal-hal lainnya seperti sedang melakukan Prakerin (Praktek kerja Industri) atau OJT (On The Job Training). Jadi siswa tetap bisa mengikuti pelajaran dengan melihat dan belajar dari materi yang disediakan dan juga adanya moderasi dari guru yang memonitoring terus meskipun tidak bertatap muka secara langsung. Untuk itulah muncul ide untuk memanfaatkan teknologi informasi yaitu dengan adanya e-learning. Distance Learning atau pendidikan jarak jauh sebenarnya juga bukan sesuatu yang baru didunia pendidikan.

E-learning sendiri bisa diartikan sebagai cara belajar mengajar dan juga mendapatkan informasi dengan menggunakan atau memanfaatkan jaringan internet ataupun intranet. Teknologi internet sendiri mempunyai ciri bisa diakses dimana saja, kapan saja, multiuser sehingga menjadikan internet sebagai media yang sangat cocok untuk pengembangan pendidikan jarak jauh. Bisa disebut sebagai e-learning jika ada guru atau intruktur sebaga moderatornya atau ada interaksi antara guru dengan siswa, jika tidak ada interaksi maka tidak disebut sebagai e-learning. Jadi siswa tidak hanya membaca materi yang disediakan tapi juga melakukan Tanya jawab ataupun mendapatkan tugas dari guru. Menurut Romi (2007), terdapat tiga komponen utama penyusun e-learning yaitu :

  • E-Learning System

    Sistem  perangkat  lunak  yang  memvirtualisasi  proses  belajar  mengajar konvensional. Bagaimana  manajemen  kelas,  pembuatan  materi  atau konten,  forum  diskusi,  sistem penilaian  (rapor),  sistem  ujian  online  dan segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses  belajar mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering disebut dengan Learning Management System (LMS)

    • E-learning Content (isi)

      Konten  dan  bahan  ajar  yang  ada  pada  eLearning  system  (learning management system). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia based Content (konten berbentuk multimedia interaktif) atau Text Based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa).

      • E-Learning Infrastructure (peralatan)

        Infrastruktur  e-Learning  dapat  berupa  personal  computer  (PC),  jaringan komputer  dan perlengkapan multimedia.  Termasuk  didalamnya  peralatan teleconference  apabila  kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.

        Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan menggunakan aplikasi berbasis web yaitu Moodle. Moodle merupakan salah satu CMS (Course Management System) yang juga berbasis open source, artinya setiap orang bebas memodifikasi disesuaikan dengan kebutuhan. Moodle sendiri hanya berukuran kecil sekitar 17 Mb namun kemampuannya cukup bisa dihandalkan. Hingga saat ini banyak perguruan tinggi ataupun sekolah yang memanfaatkan moodle.

        Dengan adanya moodle maka untuk belajar, siswa tidak akan terbatas pada waktu dan tempat, meskipun pada saat liburan juga. Untuk mendowload moodle silahkan klik disini. E-learning adalah terobosan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pendidikan di sekolah selain juga sebagai pemanfaatan teknologi informasi.