
Kemarin saya membuat desain untuk kaos BPC, desainnya seperti terlihat diatas. Melalui postingan ini saya pingin pendapat dari para blogger BPC, apakah desain tersebut layak atau masih perlu diganti lagi. Read more…

Kemarin saya membuat desain untuk kaos BPC, desainnya seperti terlihat diatas. Melalui postingan ini saya pingin pendapat dari para blogger BPC, apakah desain tersebut layak atau masih perlu diganti lagi. Read more…
Setelah membuat desain, animasi, struktur CD dan pendukung lainya, sekarang kita masuk tahap pembuatan aplikasi. Untuk lebih memudahkan dalam pembuatan buatlah satu folder khusus, dimana didalam folder tersebut itu masih terdapat sub-sub folder, buatlah sub folder animasi untuk file yang dibuat dari flash, swift 3D, Swish, 3D studio max, buat sub folder gambar untuk menyimpan gambar dan foto yang diperlukan, buat sub folder musik untuk menyimpan lagu atau instrument pendukung, buat sub folder narasi untuk menyimpan narasai dan seterusnya.
Pertama kita tentukan ukuran movie yang akan dibuat, untuk ukuran standar adalah 800 x 600 pixel (DM Change Resolution adalah xtras yang digunakan agar user bisa memilih resolusi, sehingga bisa melihat cd interaktif dengan berbagai resolusi pilihan). Untuk pembuatannya sendiri silahkan diurutkan sesuai dengan struktur CD yang sudah dibuat. Dimulai dari pembuatan intro kemudian menu utama dan seterusnya. Read more…
Ketemu lagi di sesi lanjutan neh…
Langsung saja, untuk membuat sebuah cd interaktif sebaiknya kita mempersiapkan/mencari semua bahan (teks, picture, data, video etc). Dan tak kalah pentingnya adalah membuat struktur dari cd interaktif tersebut. Sebagai contoh lihat gambar dibawah ini :

Salah satu cara untuk memberikan perintah-perintah pada elemen-elemen yang sudah dipersiapkan dalam membuat suatu project adalah dengan menggunakan behaviour. Dengan memahami behaviour (teknis penulisan, proses kerja dan mengaplikasikannya, kita sudah memulai awal yang cukup baik untuk bisa menguasai Lingo).
Action
Pada penggunaannya, control dengan menggunakan mouse lebih didominan dalam pemakaian aplikasi/presentasi. Interaksi pointer dengan tombol dalam director disebut dengan action. Fungsi action dalam director sendiri adalah menyatakan suatu kondisi pointer terhadap tombol yang digunakan sebagai pemicu untuk menjalankan perintah yang ditentukan (event). Contoh dari action bisa dilihat dibawah ini :
Event
Kalau action berfungsi sebagai suatu kondisi untuk memicu event, maka setelah menentukan action langkah selanjutnya adalah memberikan event tertentu pada suatu sprite. Dengan event, kita dapat mengatur navigation, wait (timing), sound, frame, sprite dan cursor (pointer).
Berikut ini adalah beberapa daftar event yang bisa ditemukan pada behaviour inspector :
Group Navigation
Event : go to frame (berpindah ke frame tertentu), go to marker (berpindah ke marker terntenu, go to movie (berpindah ke movie tertentu), go to next page (membuka web tertentu), exit (keluar).
Group Wait
Event : on current frame (berhenti pada frame terpilih), until click or key press (berhenti pada frame terpilih hingga mouse diklik atau menekan tombol keyboard), for time duration (berhenti pada frame terpilih untuk jangka waktu tertentu).
Group Sound
Event : Play cast member (memainkan sound member), play external file (memainkan file sound di luar cast member), beep (membunyikan “beep”), set volume ( mengatur volume suara).
Group Frame
Event : change tempo (mengganti tempo (frame per second)), perform transition ( menggunakan trasnsisi), change palette (mengganti palette.
Group Sprite
Event : change location (memindahkan posisi sprite terpilih), change cast member (mengganti cast member)
Group Cursor
Event : change cursor (mengganti tampilan cursor/pointer, restore cursor (mengembalikan pointer ke bentuk panah).
Didalam macromedia director terdapat beberapa tipe animasi. Memang tidak se-hebat pembuatan animasi dengan macromedia flash, tapi hebatnya di director kita bisa mengintegrasikan script dengan flash dan juga mengekspor file flash, sedangkan flash tidak bisa mengimport file director dan juga director bisa mengimport file dari photoshop (*.psd). Beberapa tipe animasi di director diantaranya adalah :
Animasi frame by frame
Yaitu animasi yang dibuat dengan cara membuat setiap frame yang diperlukan satu per satu secara manual, baik dalam hal mengganti cast member untuk sprite ataupun mengubah setting pada stage. Dalam flash juga ada tipe animasi frame by frame.
Animasi Tweening
Yaitu animasi yang dibuat dengan mengisi frame di antara dua keyframe atau lebih. Misalkan untuk membuat animasi objek bergerak cukup dengan membuat satu buah keyframe berisi gambar dengan posisi awal sebelum objek bergerak dan satu buah lagi keyframe berisi gambar dengan posisi akhir setelah objek bergerak. Detail gerakan diantara kedua keyframe tersebut akan dibuat secara otomatis.
Real Time Recording
Real time recording ini digunakan untuk membuat animasi dengan cara merekan gerakan atau perpindahan sprite yang di drag pada stage. Ada juga yang namanya Step Recording, bedanya posisi sprite diekam secara bertahap tidak seperti real time recording yang merekam sekaligus ke mana sprite di drag.
Film Loops
Film loops digunakan untuk membuat pengulangan animasi dengan cara mengambil sprite yang telah dianimasikan kemudian dijadikan cast member. Nah nantinya cast member tersebut tinggal ditempatkan pada channel atau frame dimana pengulangan ingin dimulai.