Posts Tagged ‘animasi’

Membuat CD Interaktif dengan Macromedia Director (sesi III)

Monday, December 29th, 2008

Setelah membuat desain, animasi, struktur CD dan pendukung lainya, sekarang kita masuk tahap pembuatan aplikasi. Untuk lebih memudahkan dalam pembuatan buatlah satu folder khusus, dimana didalam folder tersebut itu masih terdapat sub-sub folder, buatlah sub folder animasi untuk file yang dibuat dari flash, swift 3D, Swish, 3D studio max, buat sub folder gambar untuk menyimpan gambar dan foto yang diperlukan, buat sub folder musik untuk menyimpan lagu atau instrument pendukung, buat sub folder narasi untuk menyimpan narasai dan seterusnya.

Pertama kita tentukan ukuran movie yang akan dibuat, untuk ukuran standar adalah 800 x 600 pixel (DM Change Resolution adalah xtras yang digunakan agar user bisa memilih resolusi, sehingga bisa melihat cd interaktif dengan berbagai resolusi pilihan). Untuk pembuatannya sendiri silahkan diurutkan sesuai dengan struktur CD yang sudah dibuat. Dimulai dari pembuatan intro kemudian menu utama dan seterusnya. (more…)

Membuat CD Interaktif dengan Macromedia Director (Sesi 2)

Friday, November 28th, 2008

Ketemu lagi di sesi lanjutan neh…

Langsung saja, untuk membuat sebuah cd interaktif sebaiknya kita mempersiapkan/mencari semua bahan (teks, picture, data, video etc). Dan tak kalah pentingnya adalah membuat struktur dari cd interaktif tersebut. Sebagai contoh lihat gambar dibawah ini :

struktur

(more…)

Behaviour di Macromedia Director

Saturday, November 8th, 2008

Salah satu cara untuk memberikan perintah-perintah pada elemen-elemen yang sudah dipersiapkan dalam membuat suatu project adalah dengan menggunakan behaviour. Dengan memahami behaviour (teknis penulisan, proses kerja dan mengaplikasikannya, kita sudah memulai awal yang cukup baik untuk bisa menguasai Lingo).

Action

Pada penggunaannya, control dengan menggunakan mouse lebih didominan dalam pemakaian aplikasi/presentasi. Interaksi pointer dengan tombol dalam director disebut dengan action. Fungsi action dalam director sendiri adalah menyatakan suatu kondisi pointer terhadap tombol yang digunakan sebagai pemicu untuk menjalankan perintah yang ditentukan (event). Contoh dari action bisa dilihat dibawah ini :

  • Mouse up, yaitu pada saat klik kiri mouse dilepas setelah ditekan
  • Mouse Down, yaitu pada saat klik kiri mouse ditekan
  • Mouse Enter, yaitu pada saat pointer berada di area sprite
  • Mouse Leave, yaitu pada saat pointer keluar dari area sprite
  • Right Mouse Up, yaitu pada saat klik kanan mouse dilepas stelah ditekan
  • Right Mouse Down, yaitu pada saat klik kanan mouse ditekan.

Event

Kalau action berfungsi sebagai suatu kondisi untuk memicu event, maka setelah menentukan action langkah selanjutnya adalah memberikan event tertentu pada suatu sprite. Dengan event, kita dapat mengatur navigation, wait (timing), sound, frame, sprite dan cursor (pointer).

Berikut ini adalah beberapa daftar event yang bisa ditemukan pada behaviour inspector :

Group Navigation

Event : go to frame (berpindah ke frame tertentu), go to marker (berpindah ke marker terntenu, go to movie (berpindah ke movie tertentu), go to next page (membuka web tertentu), exit (keluar).

Group Wait

Event : on current frame (berhenti pada frame terpilih), until click or key press (berhenti pada frame terpilih hingga mouse diklik atau menekan tombol keyboard), for time duration (berhenti pada frame terpilih untuk jangka waktu tertentu).

Group Sound

Event : Play cast member (memainkan sound member), play external file (memainkan file sound di luar cast member), beep (membunyikan “beep”), set volume ( mengatur volume suara).

Group Frame

Event : change tempo (mengganti tempo (frame per second)), perform transition ( menggunakan trasnsisi), change palette (mengganti palette.

Group Sprite

Event : change location (memindahkan posisi sprite terpilih), change cast member (mengganti cast member)

Group Cursor

Event : change cursor (mengganti tampilan cursor/pointer, restore cursor (mengembalikan pointer ke bentuk panah).

Tipe Animasi Director

Saturday, November 8th, 2008

Didalam macromedia director terdapat beberapa tipe animasi. Memang tidak se-hebat pembuatan animasi dengan macromedia flash, tapi hebatnya di director kita bisa mengintegrasikan script dengan flash dan juga mengekspor file flash, sedangkan flash tidak bisa mengimport file director dan juga director bisa mengimport file dari photoshop (*.psd). Beberapa tipe animasi di director diantaranya adalah :

Animasi frame by frame

Yaitu animasi yang dibuat dengan cara membuat setiap frame yang diperlukan satu per satu secara manual, baik dalam hal mengganti cast member untuk sprite ataupun mengubah setting pada stage. Dalam flash juga ada tipe animasi frame by frame.

Animasi Tweening

Yaitu animasi yang dibuat dengan mengisi frame di antara dua keyframe atau lebih. Misalkan untuk membuat animasi objek bergerak cukup dengan membuat satu buah keyframe berisi gambar dengan posisi awal sebelum objek bergerak dan satu buah lagi keyframe berisi gambar dengan posisi akhir setelah objek bergerak. Detail gerakan diantara kedua keyframe tersebut akan dibuat secara otomatis.

Real Time Recording

Real time recording ini digunakan untuk membuat animasi dengan cara merekan gerakan atau perpindahan sprite yang di drag pada stage. Ada juga yang namanya Step Recording, bedanya posisi sprite diekam secara bertahap tidak seperti real time recording yang merekam sekaligus ke mana sprite di drag.

Film Loops

Film loops digunakan untuk membuat pengulangan animasi dengan cara mengambil sprite yang telah dianimasikan kemudian dijadikan cast member. Nah nantinya cast member tersebut tinggal ditempatkan pada channel atau frame dimana pengulangan ingin dimulai.

Presentasi Linear Dan Non Linear

Saturday, November 8th, 2008

Presentasi bisa dibedakan menjadi dua yaitu presentasi linear dan presentasi non linear/hierarki. Presentasi linear sendiri mempunyai pengertian presentasi yang hanya bisa bergerak maju dan kehalaman berikutnya ataupun mundur kehalaman sebelumnya. Atau sering disebut sebagai slideshow presentasion. Presentasi linear sendiri mempunyai tujuan untuk menampilkan atau mempresentasikan kumpulan informasi dalam suatu layer yang sudah disusun sedemikian rupa dengan urutan atau sekuensial tertentu. Perpindahan antar halaman dapat dibuat secara otomatis setelah sekian waktu tertentu atau setelah input tertentu (menggunakan mouse klik mouse, keyboard press atau menekan tombol tertentu).

Penggunaan mouse click/keyboard Press di macromedia director bisa digunakan dengan mengaturnya di jendela channel yang terletak di score. Jendela channel sendiri terdiri dari beberapa channel yaitu untuk memasukan audio, memberikan action script, mengatur transisi dan mengatur palette. Double klik pada channel tempo, pada frame properties tempo terdapat beberapa pilihan yaitu tempo (dimana kita mengaturnya dengan satuan fps (frame per second)), wait (dimana kita mengatur dengan satuan second), wait for mouse click or key press (menunggu mouse click atau menekan tombol pada keyboard dan melanjutkan ke berikutnya) dan wait for cue point (yang artinya menunggu suatu point yang telah dipilih sampai selesai baru melanjutkannya).

Sedangkan presentasi non linear merupakan jenis presentasi yang cukup rumit karena presentasi ini bisa berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya sesuai perintah yang diaplikasikan pada tombol navigasi (dimana tombol navigasi ini sudah dibuat terlebih dahulu). Sebagai gambaran umum dari presentasi ini adalah situs web, dimana dalam situs web, pengunjung/surfer bisa berpindah dari satu halaman web ke halaman web lainnya dengan mudah.

Membuat CD Interaktif dengan Macromedia Director (introducing session)

Wednesday, November 5th, 2008

Kebutuhan presentasi visual berkembang dengan sangat cepat. Keadaan ini didukung pula oleh semakin maraknya software-software desain 2D/3D baik yang bersifat easy to use atau virtual reality. Dalam pembuatan presentasi multimedia interaktif director bisa dihandalkan juga karena kemampuan director dalam mengemas informasi dan data dari berbagai software lain untuk digunakan sebagai data pendukung. Director adalah software yang bisa dikatakan powerfull karena kemampuannya untuk berintegrasi dengan software lainnya. Sebuah presentasi ada yang bersifat linier dan non linier. Dan director sangat bisa untuk dihandalkan. Contoh lain dari penggunaan multimedia interaktif adalah company profile, product launching, expose, laporan tahunan, dan masih banyak lagi.

Untuk kali ini kita akan membahas pembuatan CD interaktif yang tentunya menggunakan Macromedia Director sebagai software utama dan didukung oleh software – software grafis dan animasi lainya seperi adobe photoshop, corel draw, 3d animation, macromedia flash, swift 3D, swish, anime fx dan masih banyak lagi. Apalagi ditambah dengan adanya xtras yang semakin membuat director lebih memukau lagi dan juga dukungan bahasa pemrograman lingo sebagai bahasa pemrograman yang digunakan di macromedia director.

Oke untuk sesi yang pertama ini terlebih dahulu akan memperkenalkan macromedia director dan contoh aplikasi yang jadi (tapi cuma screenshotnya saja). Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi dalam membuat sebuah CD interaktif, mungkin hasilnya masih jauh dari kata sempurna. Sebagai contoh CD yang dulu dibuat adalah CD interaktif rumah bersalin dan Klinik kesehatan sebuah rumah bersalin di kota karanganyar (jawa tengah). Screenshotnya bisa dilihat dibawah ini :

Pengalaman pertama membuat CD interaktif masih kacau karena belum terkonsep dengan matang, tapi alhamdulilah akhirnya jadi juga. Untuk itu dalam pembuatan CD interaktif sebaiknya kita buat dulu konsepnya, materi (teks, picture, video, voice etc), struktur CD, desain antar muka, tujuan dari pembuatan CD tersebut, sasaran dan fungsi dari pembuatan CD tersebut dan mungkin masih ada lagi hal-hal lainya yang juga perlu disiapkan terlebih dahulu.

Semoga dengan melihat contoh – contoh diatas bisa memberikan gambaran ataupun sebagai referensi dalam pembuatan sebuah CD interaktif. Kreatifitas, kesabaran, keuletan dan tentunya skill dibutuhkan disini (minimal anda sudah pernah belajar photoshop, flash, coreldraw) juga kuat begadang sampai pagi didepan komputer (hehehehe). Finally..untuk sesi perkenalan cukup disini dulu, next session akan membahas tentang langkah awal dalam pembuatan aplikasi berbasis multimedia ini. (semoga bisa cepat kelar nulisnya untuk sesi-sesi berikutnya).