Archive for the ‘Art’ Category

Wayang Beber from 2nd Travel

Wednesday, January 28th, 2009

Mungkin tanpa harus diceritakan, dengan hanya melihat lukisan diatas kita bisa menebak ataupun mereka-reka isi ceritanya. Terlihat seorang laki-laki yang sedang memegang setangkai bunga dan didepannya duduk seorang wanita. Dibelakang si laki-laki tersebut juga duduk dua orang yang mengantarkan. (more…)

Kota Bambu

Thursday, January 15th, 2009

bKemudian menjadi siang dan matahari menghalau kabut….Semua kayu-kayuan yang indah gemulai mulai terbuka.. Burung berkicau gembira di atas dahan saling bersahut-sahutan.. Bagaikan ahli kebatinan saling berdebat

(more…)

KLJ #2 Ngawi

Monday, November 17th, 2008

Hari minggu kemarin ngadain acara KLJ (Kamera Lubang Jarum) lagi sebagai terusan dari KLJ yang pertama dulu, karena ketika ditawari dan melihat hasil dari KLJ #1 ada yang tertarik untuk mencobanya. Untuk persiapannya sudah dilakukan 2 hari sebelumnya, mulai dari beli kertas foto dan untuk cuci cetaknya, pasang pamflet juga. Juga usaha untuk mengajak sekolah lain (sebenarnya lumayan banyak yang pingin ikut anak-anak SMASA Ngawi tapi entah kenapa mereka pada akhirnya memutuskan untuk tidak ikut dengan alasan malu, takut ). Mungkin mereka beranggapan bahwa yang lainnya sudah pinter padahal mereka juga baru pertama ini ikut kok.

Tujuan diadakannya KLJ ini sekedar keinginan untuk membuat komunitas hobies di ngawi. Dan menunjukan pada mereka cara kerja sebuah kamera lubang jarum beserta prosesnya (tidak seperti kamera jaman sekarang yang serba digital). Meski campur dengan beberapa kegiatan extra (pramuka dan teater) KLJ tetap berjalan, namun sayangnya cuaca tidak bersahabat karena turun hujan. tapi sudah sempat memotret sebelum hujan turun, dan ini foto-foto KLJ kemarin.

Ne foto pas nyetak di “dark room”

Ne anak-anak pramuka juga ikut lihat hasil dari pemotretan

Kapan ya KLJ #3? atau akankah berhenti sampai disini ? karena terbentur dana dan waktu ?

Membuat CD Interaktif dengan Macromedia Director (introducing session)

Wednesday, November 5th, 2008

Kebutuhan presentasi visual berkembang dengan sangat cepat. Keadaan ini didukung pula oleh semakin maraknya software-software desain 2D/3D baik yang bersifat easy to use atau virtual reality. Dalam pembuatan presentasi multimedia interaktif director bisa dihandalkan juga karena kemampuan director dalam mengemas informasi dan data dari berbagai software lain untuk digunakan sebagai data pendukung. Director adalah software yang bisa dikatakan powerfull karena kemampuannya untuk berintegrasi dengan software lainnya. Sebuah presentasi ada yang bersifat linier dan non linier. Dan director sangat bisa untuk dihandalkan. Contoh lain dari penggunaan multimedia interaktif adalah company profile, product launching, expose, laporan tahunan, dan masih banyak lagi.

Untuk kali ini kita akan membahas pembuatan CD interaktif yang tentunya menggunakan Macromedia Director sebagai software utama dan didukung oleh software – software grafis dan animasi lainya seperi adobe photoshop, corel draw, 3d animation, macromedia flash, swift 3D, swish, anime fx dan masih banyak lagi. Apalagi ditambah dengan adanya xtras yang semakin membuat director lebih memukau lagi dan juga dukungan bahasa pemrograman lingo sebagai bahasa pemrograman yang digunakan di macromedia director.

Oke untuk sesi yang pertama ini terlebih dahulu akan memperkenalkan macromedia director dan contoh aplikasi yang jadi (tapi cuma screenshotnya saja). Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi dalam membuat sebuah CD interaktif, mungkin hasilnya masih jauh dari kata sempurna. Sebagai contoh CD yang dulu dibuat adalah CD interaktif rumah bersalin dan Klinik kesehatan sebuah rumah bersalin di kota karanganyar (jawa tengah). Screenshotnya bisa dilihat dibawah ini :

Pengalaman pertama membuat CD interaktif masih kacau karena belum terkonsep dengan matang, tapi alhamdulilah akhirnya jadi juga. Untuk itu dalam pembuatan CD interaktif sebaiknya kita buat dulu konsepnya, materi (teks, picture, video, voice etc), struktur CD, desain antar muka, tujuan dari pembuatan CD tersebut, sasaran dan fungsi dari pembuatan CD tersebut dan mungkin masih ada lagi hal-hal lainya yang juga perlu disiapkan terlebih dahulu.

Semoga dengan melihat contoh – contoh diatas bisa memberikan gambaran ataupun sebagai referensi dalam pembuatan sebuah CD interaktif. Kreatifitas, kesabaran, keuletan dan tentunya skill dibutuhkan disini (minimal anda sudah pernah belajar photoshop, flash, coreldraw) juga kuat begadang sampai pagi didepan komputer (hehehehe). Finally..untuk sesi perkenalan cukup disini dulu, next session akan membahas tentang langkah awal dalam pembuatan aplikasi berbasis multimedia ini. (semoga bisa cepat kelar nulisnya untuk sesi-sesi berikutnya).

Weekend with “Kamera Lubang Jarum”

Sunday, October 12th, 2008

Hari minggu gini mo ngapain….dari pada dirumah ga ada acara akhirnya ikutan temen yang kemarin ngomong kalo pingin nyoba kamera lubang jarum. Alat-alat dan bahan sudah disiapkan sejak hari sabtu kemarin. Ya udah akhirnya jam 08.00 ngumpul dirumahnya temenku, ternyata mereka juga ngajak anak-anak SD untuk ikutan, mereka juga antusias sekali pingin ikut, itu terlihat dari wajah mereka. Setelah nyiapin peralatan akhirnya pada sibuk buat kamera dari kaleng trus nyiapin dark room dan bahan buat cetak fotonya nanti.

Sebenernya pengetahuan tentang kamera lubang jarum ini masih sekedar teori saja, lihat artikel di internet tentang kamera lubang jarum. Nah…finally pemotretan pun dilakukan, asyik si lihat anak-anak kecil yang ikutan acara itu. Mulai de pada bereksperimen dengan obyek mereka masing-masing. Dua buah Tank yang didepan Alun-alun ngawi pun tak luput dari sasaran kamera lubang jarum, trus gedung DPRD nya ngawi juga, tapi kebanyakan motretnya didepan rumahe temenku itu.

Setelah berjemur di jalan saat nya untuk mencetaknya di ruang gelap yang tadi udah disiapin. Anak-anak kecil itupun juga ikut masuk, mereka masih pada penasaran dengan apa yang terjadi nanti dengan kertas foto kosong yang mereka masukkan tadi didalem kaleng. Teknik dari kamera lubang jarum ini sendiri sangat sederhana sekali, hanya dengan menggunakan kaleng bekas yang dilubangi dan juga kertas foto juga developer dan bahan lainya untuk mencetaknya.

Tapi kayaknya ada yang yang janggal dengan hasil cetakannya neh….kenapa ya hasil cetakannya seperti foto negatif ???….Gak seperti hasil yang pernah dilihat sebelumnya. Yang ada cuma bertanya-tanya kenapa hasil cetaknya seperti foto negatif.. Mau tanya juga ma sapa :-) Tapi udah seneng si bisa motret terus bisa cetak sendiri meski hasilnya ga seperti yang diharapkan. Mungkin next time bisa dicoba lagi…