Antara Disiplin, keras dan Galak

aPenerapan disiplin di sekolah menjadi satu hal yang perlu dipahami dalam pelaksanaanya. Karena antara keras, galak dan disiplin itu beda tipis dalam sikap dan perbuatannya. Tujuan dari disiplin itu sendiri yaitu biar siswa menjadi siswa yang mematuhi peraturan di sekolah. Tapi sudah benarkah cara-cara yang dipakai demi mewujudkan siswa yang disiplin, siswa yang mematuhi semua peraturan disekolah ??! Sementara kita tahu usia mereka adala usia dimana masa mencari, masa puber, masa dimana mereka sangat mudah terpengaruh dengan hal-hal yang berbau modern. Mereka mungkin hanya belum mengerti dengan apa yang mereka lakukan, jadi menjadi tanggung jawa para pengajar untuk memberikan pengertian dan pemahaman, bukan dengan kekerasan, dimarahii, di pojokkan atau bentuk yang lainnya. Perlu sikap dan pemikiran yang matang agar mereka benar-benar bisa memahami, mengetahui dan pada akhirnya menyadari bahwa yang mereka lakukan adalah salah dan bisa merugikan mereka sendiri.

Para pahlawan tanpa tanda jasa mempunyai tugas yang tak bisa dianggap mudah. Sementara mereka sendiri juga punya kehidupan sendiri, punya tangung jawab yang lainnya, mereka juga manusia biasa yang tak pernah luput dari sebuah kesalahan. Sudah banyak kasus seperti pemukulan guru terhadap siswanya, semoga kejadian seperti itu tidak terulang lagi yang hanya mencoreng nama baik dunia pendidikan di Indonesia.


Tags: ,

5 Responses to “Antara Disiplin, keras dan Galak”

  1. livia says:

    disiplin identik dg keras,keras identik dg galak, galak identik dg disiplin, disiplin kmbali lagi k keras dst. kalau menurut aku, displin, galak, keras tu berkaitan satu sama lain dan sulit untuk dipisahkan. tapi benar apa yg dikatakan mister bahwa ketiganya jg memiliki perbedaan yg sangat tipis meskipun ketiganya tu selalu identik..

  2. audy says:

    smua guru, ga hanya di smp/sma, tapi dari playgroup, memang dapat tugas berat…… tapi….kali liat kayak bu Mus di Laskar Pelangi d…guru yang enak tuuu…..walau tugasnya berat…tapi bisa tuuu …. ga harus dengan dikit2 menghukum…

  3. Galang says:

    enak disipli tapi g’ keras. . . .
    xixixixixixxi

  4. widi andriani says:

    guru….guru….dan guru sekarang terkadang gak bisa di gugu dan ditiru….sedih juga terkadang galak cuman mau kelihatan berwibawa doang but nggak tau kondisi siswa yang sebenarnya, kalo guru gue dulu….eh enak banget bisa diajak sebagai teman, sahabat, orang tua, kakak serta pendidik yang patut kita tiru….semoga guru2 yang nanti ketrima lewat cpns ntar dapat seperti guru gue jaman dulu…..semoga…..

  5. budi says:

    kalau semua dah menganggap bahwa pendidikan adalah aset strategis untuk prestise dan prestasi, pasti semua akan berjalan dengan baik. mulai dari pencetakan calon guru, rekrutmen guru, manajemen guru.
    selama ini sepertinya guru hanya sekedar sebagai obyek…
    obyek sasaran pelaksana perubahan kurikulum.
    komoditi kampanye
    inspirasi untuk membuat sebuah puisi
    proyek paling empuk untuk dipungli, karena guru pasti nurut

Leave a Reply